SEKOLAH PHARMAPRENEUR MENDORONG KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA

Salah satu permasalahan bangsa yang sulit dipecahkan adalah tingginya angka pengangguran yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan ini ditangkap oleh Tim PKMM yang diketuai oleh Jainuri Erik Pratama (RegA’07) dengan menggagas Sekolah Pharmapreneur, sebuah pelatihan kewirausahaan berbasis farmasi yang ditujukan untuk meningkatkan skill kewirausahaan mahasiswa.
Sekolah Pharmapreneur dilaksanakan tanggal 30 Mei dan 6 Juni 2009 di Fakultas Farmasi Unair dengan mendatangkan pembicara dari praktisi pharmapreneurship dan dosen Unair. Salah satu pembicara yang diundang adalah Dr. Suprapto Ma’at, Apt., Alumni Fakultas Farmasi Unair yang menjadi Inventor Stimuno, dan meraih Habibie Award Tahun 2008 di bidang kesehatan. Dalam paparannya Dr. Suprapto Ma’at, Apt., menguraikan pengalamannya dalam mengembangkan produk fitofarmaka Stimuno, yang menghasilkan royalti sekitar 100 juta per bulan. Paparan pengalaman dari Dr. Suprapto Ma’at, Apt. tersebut memotivasi puluhan mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam sesi lain Prof. Dr. Mochamad Yuwono, MS, Apt. mengemukakan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam pengembangan produk farmasi. ”Banyak peluang yang bisa kita manfaatkan, seperti pengolahan limbah foto rontgen yang mengandung Ag, dengan elektrolisis kita bisa menghasilkan perak untuk perhiasan”, tutur Prof Yu.
Selain materi diatas peserta mendapatkan materi menarik dari praktisi dan dosen Unair yaitu: pengetahuan tentang Hak Kekayaan Intelektual, Pembuatan Bisnis Plan, Marketing Plan dan Perencanaan Keuangan dalam sebuah usaha.
Di akhir kegiatan, setiap peserta diminta untuk membuat sebuah bisnis plan yang dilombakan. Berbagai ide bisnis menarik muncul dalam presentasi peserta, mulai dari bisnis Komik Farmasi, sampai dengan pemanfaatan sambiloto untuk terapi komplemen HIV/AIDS. Akhirnya terpilih peserta dengan bisnis plan terbaik atas nama Dina Mariani mahasiswa profesi apoteker angkatan 89.




